[Baru] Tak Selalu dari Kotoran Hewan, Begini Proses Pembuatan Kopi Luwak

Ini yang membedakan kopi luwak dengan kopi biasa.

Dream – Kopi luwak selalu dikaitkan dengan buah yang sebelumnya diproses dalam tubuh luwak dan dikeluarkan dalam bentuk kotoran. Penjelasan tersebut membuat beberapa orang bertanya-tanya proses membuat kopi dari kotoran luwak yang berharga mahal itu bisa diolah menjadi kopi dan dikonsumsi.

Dengan proses yang makin canggih, kopi luwak yang dipasarkan dan dikonsumsi saat ini tidak seluruhnya berasal dari kotoran binatang.

Berdasarkan penuturan Concierge Alas Harum, Triasa, kopi luwak berasal dari biji kopi yang ditelan oleh luwak dan tidak dicerna sama sekali. Luwak akan mengeluarkan kotoran berupa biji kopi utuh. Namun, perbedaan biji kopi yang telah ditelan luwak adalah kandungan enzimnya.

” Di dalam perut luwak, biji kopi difermentasi. Jadi, luwak menghasilkan biji kopi yang telah difermentasi,” ungkap Triasa dalam acara Media Trip & Experience Octo Mobile by CIMB Niaga di Alas Harum, Bali, Rabu lalu.

1 dari 3 halaman

Proses fermentasi di dalam sistem pencernaan luwak itu membuat biji kopi yang dihasilkan mengandung enzim.

” Di dalam satu biji kopi, terdapat sela-sela garis dimana enzim dari luwak diserap ke dalamnya. Enzim luwak ini mengandung protein dan dapat menurunkan kadar kafein dari biji kopi arabika,” tuturnya.

© Cynthia Amanda Male

Foto: Cynthia Amanda Male

Itulah mengapa kopi luwak asli memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi biasa. ” Kadar kafeinnya rendah, cuma 0,5 persen. Kalau normal, arabika itu (kadar kafeinnya) 5 persen. Kalau robusta, (kadar kafeinnya) itu 8-12 persen” .

2 dari 3 halaman

Pemaparan Seputar Biji Kopi Luwak dalam Acara Octo Mobile© Cynthia Amanda Male

Foto: Cynthia Amanda Male

Meski begitu, enzim yang dihasilkan luwak tidak selalu sama kadarnya. Semakin sehat dan aktif luwak, kandungan enzim pada biji kopi akan semakin tinggi. Sehingga, kadar kafein pada biji kopinya semakin rendah.

Namun jika biji kopi dihasilkan dari luwak yang dipelihara dengan cara dikurung atau tidak dibiarkan aktif, kadar enzimnya akan semakin rendah dan kafeinnya pun lebih tinggi. Itulah mengapa kopi luwak terbaik dihasilkan oleh luwak yang liar dan aktif.

3 dari 3 halaman

Kopi Luwak© Cynthia Amanda Male

Foto: Cynthia Amanda Male

Rendahnya kadar kafein juga membuat kopi luwak lebih aman dikonsumsi penderita penyakit lambung. Bahkan menurut Triasa, minum kopi luwak memiliki efek yang tidak jauh berbeda dengan mengonsumsi teh.

Meski begitu, kopi luwak tetap terasa pahit dan asam seperti kopi biasa. Hanya saja, rasa asamnya tidak sekuat jenis kopi lainnya. Kopi luwak sendiri memiliki after taste dan aroma yang kuat.

Source link