[Baru] Simetri Lipat pada Bangun Datar: Cara Menentukan dan Contoh

Simetri lipat merupakan salah satu topik yang akan dipelajari Si Kecil ketika duduk di bangku sekolah dasar (SD), khususnya di kelas tiga. Mengapa topik simetri penting untuk dipelajari? Menurut Christy Knuchel dalam publikasinya di The Mathematics Enthusiast: Vol. 1, simetri adalah bagian mendasar dari geometri, sifat, dan bentuk.

Kita melihat simetri setiap hari tetapi seringkali tidak menyadarinya. Orang menggunakan konsep simetri, termasuk translasi, rotasi, refleksi, dan teselasi dalam lingkup karier mereka. Beberapa bidang pekerjaan yang memanfaatkan konsep simetri lipat dengan menggabungkan ide-ide ini di antaranya ada seniman, pengrajin, musisi, koreografer, dan belum lagi, ahli matematika.

“Penting bagi siswa untuk memahami konsep geometri dan simetri saat berada di tingkat dasar, sebagai sarana untuk memaparkan mereka pada hal-hal yang mereka lihat sehari-hari yang tidak jelas terkait dengan matematika tetapi memiliki dasar yang kuat di dalamnya,” tulisnya.

Dalam tulisan Knuchel, menurut Dewan Nasional Guru Matematika di AS, kelas 3-5 harus mampu menerapkan transformasi dan menggunakan simetri untuk menganalisis situasi matematis. Ini termasuk memprediksi dan menggambarkan hasil sliding, membalik, dan memutar bentuk dua dimensi.

Murid kelas 3-5 SD juga harus dapat menggambarkan gerakan atau rangkaian gerak yang akan menunjukkan bahwa dua bentuk kongruen, dan mengidentifikasi serta mendeskripsikan garis dan simetri putar dalam bentuk dan desain 2 dan 3 dimensi.

Di pelajaran simetri, Si Kecil akan belajar belajar simetri lipat dan simetri putar. Namun, dalam artikel ini akan membahas simetri lipat pada bangun datar. Untuk lebih lengkapnya, simak pembahasannya berikut ini!

Apa Itu Simetri Lipat?

Mengutip buku Patas Matematika SD, simetri lipat atau simetri sumbu adalah jumlah lipatan yang membuat suatu bangun darat berimpit dengan dirinya sendiri. Jadi, sebuah bangun datar dikatakan memiliki simetri lipat, jika dilipat terhadap suatu garis, dalam hal ini adalah sumbu simetri, dapat menempati bingkai yang tepat.

Misalnya persegi empat, jika dilipat terhadap suatu garis, maka persegi mempunyai empat simetri lipat. Setiap bangun datar pun memiliki jumlah simetri lipat yang berbeda. Misalnya persegi panjang, jika dilipat, maka persegi panjang mempunyai dua simetri lipat.

Cara Menentukan Simetri Lipat

Dilansir CNN Indonesia, setiap bangun datar memiliki jumlah simetri lipat berbeda karena punya bentuk yang berbeda. Dari mulai yang tak memiliki simetri lipat, hingga bangun datar yang memiliki simetri lipat yang jumlahnya tak terhingga.

Lalu, bagaimana cara menentukan simetri lipat? Untuk menentukannya, coba bayangkan sedang melipat bangun datar tersebut:

  1. Jika dilipat saling menutupi. Suatu bangun datar memiliki simetri lipat, jika antara lipatan satu dengan lipatan yang lain akan saling menutupi dan pas.
  2. Bagi bangun datar menjadi dua bagian sama. Bangun datar dapat dikatakan memiliki simetri lipat jika simetri tersebut membaginya menjadi dua bagian yang sama, baik bentuk maupun ukuran.
  3. Lihat apakah bangun datar memiliki sebuah sumbu simetri. Sumbu simetri adalah sebuah garis yang bisa membagi suatu bangun menjadi dua dengan sama besar.

Simetri Lipat pada Bangun Datar

Simak penjelasan di bawah ini:

Lingkaran

Simetri lipat lingkaran jumlahnya tak terhingga. Hal ini karena lingkaran tak memiliki sudut.

Segi Delapan Beraturan

Jumlah simetri lipat segi delapan beraturan adalah delapan. Satu garis vertikal, satu horizontal, dan enam garis diagonal.

Segi Lima Beraturan

Banyak simetri lipat segi lima beraturan adalah lima simetri lipat. Satu vertikal, lima diagonal.

Oval

Simetri lipat oval sebanyak dua. Satu vertikal dan satu horizontal.

Belah Ketupat

Belah ketupat memiliki dua buah simetri lipat. Kedua diagonalnya merupakan sumbu simetri.

Kerucut

Kerucut adalah bangun ruang berbentuk limas yang alasnya berbentuk lingkaran. Jika dibuka sisinya, simetri bangun kerucut sebanyak satu.  Simetri lipat itu berupa simetri vertikal.

Layang-layang

Layang-layang memiliki sumbu simetri di tengahnya. Bangun datar layang-layang memiliki simetri lipat berjumlah satu.

Trapesium Sama Kaki

Trapesium sama kaki yakni trapesium yang mempunyai sepasang rusuk yang sama panjang. Trapesium ini memiliki satu simetri lipat dan tidak memiliki satu simetri.

Segitiga Siku-siku

Segitiga siku-siku bukan sama kaki tidak memiliki simetri lipat. Ini karena tidak memiliki sumbu simetri di dalamnya, Bunda.

Segitiga Sama Kaki

Segitiga sama kaki hanya memiliki satu simetri lipat. Segitiga sama kaki hanya bisa dilipat satu kali.

Segitiga Sama Sisi

Jumlah simetri lipat segitiga sama sisi adalah tiga simetri lipat. Satu lipatan vertikal, dan dua lipatan diagonal.

Persegi

Jumlah simetri lipat persegi adalah sebanyak empat simetri lipat. Satu lipatan vertikal, satu lipatan horizotal, satu lipatan vertikal, dua lipatan diagonal.

Persegi Panjang

Persegi panjang memiliki dua simetri lipat. Satu lipatan vertikal dan satu lipatan horizontal.

Semoga informasi mengenai simetri lipat bangun datar ini membantu Si Kecil lebih mudah paham ya, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga apakah anak usia dini perlu diajari les matematika. Klik video di bawah untuk melihat jawabannya:

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/rap)




Sumber: https://www.haibunda.com/parenting/20230117224312-61-294940/simetri-lipat-pada-bangun-datar-cara-menentukan-dan-contoh-untuk-kelas-3-sd