[Baru] Penyebab Bibir Kemaluan Bentol dan Gatal

Jakarta

Ketika kesehatan dan kebersihan intim menjadi perhatian, banyak wanita merasa bingung ketika mereka menyaksikan beberapa gejala yang tidak biasa, seperti bibir kemaluan bentol dan gatal. Ini adalah salah satu gejala yang sering diabaikan dalam hal kesehatan vagina.

Bibir vagina disebut sebagai labia. Labia mayora adalah lipatan kulit di bagian luar area vagina, sedangkan labia minora adalah bibir bagian dalam yang mengarah ke vagina. Fungsinya untuk melindungi vagina dan klitoris dari iritasi dan cedera.

Di sisi lain, bibir kemaluan ini bisa membengkak dan terasa sakit karena infeksi, alergi, kista, dan penyakit lainnya.




Hal ini biasanya terjadi pada banyak wanita, tetapi mereka mengabaikan kejadian tersebut. Itu bisa menyebabkan lebih banyak kerugian dalam jangka panjang. Oleh karenanya, Bunda perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

Penyebab bibir kemaluan bentol dan gatal

Mengingat jaringan halus labia, tidak mengherankan jika labia mayora dan minora rentan terhadap pembengkakan, bentol, atau gatal. Berikut adalah beberapa penyebab umumnya:

1. Infeksi jamur

Melansir dari laman Healthline, 3 dari 4 wanita akan memiliki infeksi jamur di beberapa titik selama hidup mereka. Pertumbuhan jamur yang berlebihan dapat menyebabkan pembengkakan, rasa terbakar, dan gatal di seluruh area vagina, termasuk labia.

Pertumbuhan berlebih ini bisa disebabkan oleh penggunaan antibiotik, kehamilan, diabetes, atau penggunaan kontrasepsi oral. Beberapa wanita mungkin juga mengalami keputihan.

2. Vaginosis bakterial

Sama seperti infeksi jamur, vaginosis bakteri terjadi ketika ada pertumbuhan berlebih dari bakteri di vagina. Ini dapat terjadi karena douching, memiliki banyak pasangan seks, atau hanya memiliki tingkat bakteri ‘baik’ yang rendah di vagina, yang memungkinkan bakteri ‘jahat’ mengambil alih.

3. Alergi

Kulit Bunda cenderung membengkak saat bersentuhan dengan sesuatu yang menyebabkan alergi. Oleh karena itu, kemerahan dan radang vulva umum terjadi ketika labia teriritasi oleh alergen seperti aroma pada sabun atau detergen, lateks pada kondom atau karena tekstil pada pakaian.

4. Kista Bartholin

Kista Bartholin menyerang wanita, biasanya mereka yang berusia 20-an. Ketika kelenjar Bartholin, yang terletak tepat di luar vagina, tersumbat, kista ini berkembang. Kelenjar ini memberikan kelembapan, yang membantu melumasi vagina untuk berhubungan seks.

Banyak wanita akan menyadari kista mereka setelah terinfeksi. Kulit di sekitar vagina dan labia mungkin menjadi tidak nyaman dan teriritasi akibat kista.

5. Kurangnya pelumasan saat berhubungan seks

Gesekan yang intens selama hubungan seksual dapat membahayakan labia Bunda dan seluruh daerah vagina jika tidak dilumasi dengan baik. Pastikan pelumasan vagina sebelum Bunda melakukan hubungan intim.

6. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual umum yang saat ini menyerang 3,7 juta orang-orang. Penyakit ini disebabkan oleh parasit dan 70 persen orang tidak menimbulkan gejala. Ketika gejala muncul, mereka termasuk pembengkakan, gatal, dan rasa terbakar di daerah vagina. Buang air kecil yang menyakitkan, dan bau vagina yang sangat amis.

Bagaimana cara mengatasi bibir kemaluan bentol dan gatal?

Ada beberapa pengobatan rumahan yang perlu Bunda lakukan untuk mengobati bibir kemaluan yang bentol dan terasa gatal.

1. Kompres dingin

Menerapkan kompres dingin ke labia dapat mengurangi pembengkakan. Ini bisa diulang beberapa kali sehari.

2. Mandi sitz

Kista Bartholin dapat dirawat di rumah dengan mandi sitz. Ini melibatkan duduk di bak mandi yang berisi air hangat. Mandi sitz beberapa kali sehari hingga empat hari dapat mendorong kista kecil untuk mengering.

3. Probiotik

Beberapa riset menunjukkan bahwa suplemen probiotik dapat mengobati atau mencegah infeksi vagina. Mengonsumsi makanan kaya probiotik secara teratur, seperti yogurt alami juga dapat membantu mengobatinya.

4. Cuka sari apel

Minum satu sampai dua sendok makan cuka sari apel dalam segelas air hingga tiga kali sehari adalah pengobatan rumahan yang populer untuk infeksi jamur. Cuka sari apel tersedia untuk dibeli di supermarket dan toko kesehatan.

5. Bawang putih

Anti jamur alami, bawang putih sering disebut-sebut sebagai obat infeksi vagina. Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah itu efektif atau tidak, salah satu studi menemukan bahwa krim vagina yang terbuat dari bawang putih sama efektifnya dengan obat anti jamur untuk infeksi jamur.

6. Mengurangi asupan gula

Diet tinggi gula dianggap berperan dalam beberapa infeksi jamur berulang. Oleh karena itu, sebaiknya hindari gula, makanan olahan, dan jus buah saat mengalami infeksi jamur.

7. Menghilangkan alergi dan iritan

Pembengkakan labia yang disebabkan oleh zat tertentu dapat mereda setelah alergen atau iritan dihilangkan. Produk-produk tersebut dapat berupa sabun, detergen, pakaian, dan alat kontrasepsi.

Nah, itulah beberapa penyebab mengapa bibir kemaluan terasa gatal dan bentol hingga pengobatan rumahan yang bisa Bunda lakukan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda, yuk, download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga video 7 penyebab sakit selangkangan yang perlu Bunda waspadai yang ada di bawah ini, ya, Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]

(asa)




Sumber: https://www.haibunda.com/moms-life/20230125104515-76-295543/6-penyebab-bibir-kemaluan-bentol-dan-gatal-yang-perlu-bunda-waspadai