[Baru] Mengajari Anak 2 Bahasa, Banyak Manfaat Tapi Benarkah Berisiko Speech Delay?

Jakarta

Membesarkan anak untuk bisa berbicara lebih dari satu bahasa dapat memberikan beragam manfaat, Bunda. Tak hanya secara emosional, anak juga akan mendapatkan manfaat secara akademis.

Berbicara dan memahami lebih dari satu bahasa bisa membuat dunia anak terbuka. Ketika anak memahami bahasa lain sebagai bahasa ibu atau bahasa awal mereka, anak akan mengenal berbagai budaya dan keberagaman dari asal bahasa tersebut.

Seperti yang Bunda ketahui, bahasa merupakan salah satu cara agar anak bisa berdiskusi dan berkomunikasi. Memahami lebih dari dua bahasa membuat anak berpeluang memiliki teman lebih banyak dari berbagai negara dan daerah.

Manfaat mengajarkan anak dua bahasa

Melansir dari laman Parents, ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan anak ketika mempelajari dua bahasa. Kalau penasaran, berikut ini deretannya:

1. Mendorong empati

Anak-anak yang dibesarkan dengan setidaknya dua bahasa ditemukan memiliki pemahaman sosial yang lebih besar, Bunda. Hal ini diungkapkan langsung oleh Oren Boxer, Ph.D., selaku neuropsikolog.

Sebuah artikel yang terbit pada tahun 2013 juga menemukan anak-anak dwibahasa cenderung menunjukkan empati lebih baik daripada teman satu bahasa mereka. Secara khusus, anak-anak dwibahasa mahir dalam memahami hal-hal berikut:

  • Perspektif lain
  • Pikiran lain
  • Keinginan lain
  • Niat lain
  • Nada suara

2. Meningkatkan fungsi otak

Anak yang menguasai dua bahasa memiliki perkembangan otak yang baik. Mereka lebih baik dalam hal perencanaan, pemecahan masalah, konsentrasi, dan multitasking.

Menurut Kristen Denzer, CEO dan pendiri Tierra Encantada, keunggulan koginitif ini bisa dilihat sejak dini. Bayi yang berada di lingkungan dua bahasa telah menunjukkan kelebihan ini sejak usia 7 bulan dibandingkan dengan teman lain yang hanya menguasai satu bahasa.

Tak hanya itu, manfaat ini akan berlanjut hingga bayi berusia lebih tua. Hal ini dapat mencegah gangguan otak yang biasanya muncul pada pertengahan usia 60-an.

3. Keunggulan akademi

Anak dengan dua bahasa memiliki keunggulan di sekolah, termasuk dalam hal memahami huruf. Penelitian menunjukkan bahwa ketika anak belajar dua bahasa, mereka menunjukkan kemajuan yang dipercepat saat belajar membaca dibandingkan dengan teman satu bahasa.

Sebuah studi di tahun 2021 menjelaskan mempelajari dua bahasa pada usia dini bisa mengurangi kemahiran dalam bahasa yang dominan. Namun, penelitian sebelumnya juga menunjukkan manfaat keaksaraan termasuk kinerja anak bilingual yang lebih baik daripada anak yang menguasai satu bahasa.

Meski memiliki manfaat, mengajari anak dua bahasa disebut bisa meningkatkan risiko speech delay atau keterlambatan bicara. Seperti apa faktanya?

Klik baca halaman berikutnya yuk, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Jangan lupa lihat lagi video ciri awal anak cerdas berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]


Anak Usia 1-3 Tahun
Ketahui lebih jauh perkembangan anak 1-3 tahun.
Cek Yuk arrow-right

Sumber: https://www.haibunda.com/parenting/20230119113213-61-295078/mengajari-anak-2-bahasa-banyak-manfaat-tapi-benarkah-berisiko-speech-delay