[Baru] Legislator: Di Arab Saudi Itu Biaya Haji Turun, Kok di Sini Malah Mau Naik?

Kamis, 26 Januari 2023 – 08:00 WIB

Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat A.S Sukawijaya.(ANTARA/HO-Dokumentasi)

jateng.jpnn.com, SEMARANG – Anggota DPR RI A S Sukawijaya menyebut rencana Kementerian Agama menaikkan biaya ibadah haji memberatkan masyarakat di tengah pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

“Di Arab Saudi itu biaya haji turun lo, kok di sini malah mau naik? Jangan lah, ini juga masih proses pemulihan ekonomi setelah pandemi,” kata legislator yang akrab disapa Yoyok Sukawi, Rabu (26/1).

Menurut dia, waktu tunggu untuk menunaikan ibadah haji di Indonesia sudah cukup lama, sehingga diharapkan calon jemaah haji tidak dibebani dengan adanya kenaikan biaya.

“Di Indonesia waktu tunggu untuk menunaikan ibadah haji setelah mendaftar cukup lama, jangan sampai ini malah membebani, karena masyarakat Indonesia yang nabungnya cukup panjang hanya untuk bisa mendaftar haji, la kok sekarang malah ada usulan naik,” ujarnya.

Politikus Partai Demokrat itu meminta Kemenag mempertimbangkan kembali rencana kenaikan biaya haji.

Sebelumnya, Kementerian Agama mengusulkan rerata Biaya Perjalanan Ibadah haji (Bipih) Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi menjadi Rp 98,89 juta per jemaah, naik Rp 514,88 ribu dibanding tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, biaya yang perlu ditanggung jemaah mencapai 70 persen atau Rp 69,19 juta per orang. Sementara 30 persen atau Rp 29,7 juta sisanya dibayarkan dari nilai manfaat pengelolaan dana haji.

“Usulan ini atas pertimbangan untuk memenuhi prinsip keadilan dan keberlangsungan dana haji. Formulasi ini telah melalui proses kajian,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (19/1).(antara/jpnn)

Anggota DPR RI Yoyok Sukawi meminta Kemenag mengkaji ulang usulan kenaikan biaya ibadah haji.

Redaktur & Reporter : Sigit Aulia Firdaus

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Sumber: https://jateng.jpnn.com/jateng-terkini/6363/legislator-di-arab-saudi-itu-biaya-haji-turun-kok-di-sini-malah-mau-naik