[Baru] Habiburokhman Apresiasi Polda Metro Ungkap Kasus Serial Killer di Bekasi

Jakarta

Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi kinerja Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kombes Hengky Haryadi terkait pembongkaran kasus serial killer di Bekasi hingga Cianjur. Politikus Gerindra ini mengatakan pembongkaran kasus serial killer merupakan prestasi dari Polri.

“Kami apresiasi kinerja Polri khususnya jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin KBP Hengky Haryadi,” kata Habiburokhman dalam keterangannya, Minggu (22/1/2023).

Menurut Habiburokhman pihak Polda Metro Jaya sudah berhasil mengungkap kasus yang sebenarnya rumit untuk dipecahkan. Metode scientific criminal investigation dilakukan dengan baik oleh tim penyidik.

“Penyidik-penyidik kita mampu membongkar tindak pidana yang sebenarnya sangat rumit dengan metode scientific criminal investigation seperti halnya kepolisian di negara-negara maju. Semoga dengan prestasi seperti ini citra Polri di mata publik bisa semakin membaik,” katanya.

Habiburokhman lantas menyatakan kemirisannya dengan tragedi serial killer yang menewaskan 9 korban. Ia menyinggung hukuman mati dan berharap investigasi tetap dilakukan.

“Perbuatan para pelaku sungguh kejam dan biadab, bagi orang-orang seperti itu hukuman mati masih sangat relevan. Kami berharap para penyidik bisa mempercepat kerjanya, termasuk menginvestigasi kemungkinan adanya korban-korban lain yang saat ini belum teridentifikasi,” terangnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap sejumlah fakta baru terkait kasus serial killer di Bekasi dan Cianjur, Jawa Barat. Terbaru, polisi mengungkapkan bahwa tersangka Solihin alias Duloh (63) ternyata eksekutor pencabut nyawa 8 korban.

Duloh bekerja sama dengan tersangka Wowon Erawan alias Aki (60) dan Dede Sholehudin yang sempat menjadi korban kopi ‘racun’ di Bekasi. Dari total 9 korban yang dibunuh dengan cara dicekik dan diracun masih memiliki pertalian keluarga dengan Wowon.

Berikut identitas 9 korban:

Di Bekasi:
1. Ai Maemunah (40), istri siri Wowon
2. Ridwan, anak Ai Maemunah dan mantan suaminya, Didin
3. Riswandi, anak Ai Maemunah dan mantan suaminya, Didin

Di Cianjur:
1. Noneng (mertua Wowon)
2. Wiwin (istri pertama Wowon yang juga anak Noneng)
3. Bayu, 2 tahun, anak Ai Maemunah dan Wowon
4. Farida, TKW
5. Halimah, istri siri Wowon yang juga ibunda Ai Maemunah.

Di Surabaya:
1. Siti, TKW (dibuang ke laut)

(dwr/yld)

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-6528433/habiburokhman-apresiasi-polda-metro-ungkap-kasus-serial-killer-di-bekasi