[Baru] 909 Aparat Gabungan Bersiaga di PT GNI Morowali Utara Seusai Bentrokan Pekerja

Sejumlah aparat bersiaga di kawasan PT GNI pascabentrok TKA dan pekerja lokal, Selasa (17/1/2023). ANTARA/HO-Humas Polda Sulteng

jpnn.com, PALU – Sebanyak 909 aparat gabungan dari TNI dan Polri masih bersiaga mengamankan kawasan industri PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kapolres Morowali Utara AKBP Imam Wijayanto menyebut Satuan Brimob Polda Gorontalo bahkan mengirim 200 personel satuan setingkat kompi (SSK) guna membantu pengamanan.

Hingga kini situasi di kawasan PT GNI makin kondusif dan kegiatan operasional perusahaan sudah berjalan normal seusai bentrokan TKA China dengan pekerja lokal di perusahaan smelter itu beberapa waktu lalu.

“Kami berterima kasih kepada Polda Sulteng, jajaran Brimob, dan Polda Gorontalo yang sudah mendukung langkah ini untuk menciptakan situasi kondusif,” ujar AKBP Imam saat dihubungi, Minggu (21/1).

Dari laporan Polda Sulteng, aparat keamanan di kawasan industri pertambangan nikel PT GNI tersebar di sejumlah titik sentral, yakni pintu masuk perusahaan, pondok karyawan tenaga kerja asing (TKA), Kantor PT GNI, dan mendirikan sejumlah pos yang dinilai rawan.

Polisi mengajak warga menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang sejuk agar citra daerah makin positif.

Masyarakat juga diharapkan lebih bijak menerima informasi di media sosial agar tidak terpengaruh isu-isu hoaks soal bentrokan TKA China dengan pekerja lokal.

“Mari kita saling mendukung untuk kebaikan daerah ini. Masyarakat harus mengambil peran menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif di mana pun berada,” ucap Imam.(antara/jpnn)

Sebanyak 909 aparat gabungan TNI dan Polri masih bersiaga di PT GNI Morowali Utara seusai bentrokan TKA China dengan pekerja lokal.

Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Sumber: https://www.jpnn.com/news/909-aparat-gabungan-bersiaga-di-pt-gni-morowali-utara-seusai-bentrokan-pekerja