[Baru] 9 Jenis Terapi Kesehatan Mental dan Manfaatnya

Terapi kesehatan mental diperlukan jika Bunda sudah terdiagnosa mengalami gangguan berdasarkan pemeriksaan medis oleh tenaga profesional. Mental yang kurang sehat ditunjukkan dengan kecemasan, depresi, hingga stres pada diri seseorang. 

Terapi kesehatan mental beragam jenisnya. Biasanya, beda diagnosa maka beda juga pendekatan terapinya, Bunda.

Terapi miliki banyak manfaat bagi seseorang yang mengalami gangguan mental, seperti membantu mengenal diri sendiri lebih baik, belajar bagaimana mengenali asal-usul masalah kesehatan mental pada diri sendiri, mempelajari perbedaan antara emosi dan cara yang tepat untuk mengatasinya.

Selain itu, dengan melakukan terapi Bunda juga akan memperoleh keterampilan memecahkan masalah, teknik perawatan diri, serta kepercayaan diri. 

Sebagian besar terapis akan melakukan komunikasi terapeutik kepada pasien untuk mempelajari kebutuhan kesehatan mental spesifik pasien. Setelah melakukan komunikasi terapeutik, terdapat empat kategori umum yang bisa ditetapkan diantaranya, individu, kelompok, pasangan, dan keluarga.  

9 Jenis Terapi Kesehatan Mental

Dilansir Mental Health Centre, ada 9 jenis terapi kesehatan mental yang umum dilakukan. Simak yuk.

1. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavorial therapy (CBT) adalah salah satu bentuk psikoterapi yang digunakan untuk mengobati pikiran guna mengubah perilaku.

Dengan menjalani jenis terapi ini, Bunda akan menjelajahi pikiran negatif yang mengarah pada perasaan dan tindakan yang merusak diri sendiri lalu mempelejari teknik guna mengubah pola pikir serta meningkatkan respons.

Terapi CBT dapat bekerja dengan baik bagi berbagai gangguan kesehatan mental, termasuk gangguan kecemasan atau depresi, serta pasien yang sedang dalam program pengobatan psiakter, dan Bunda yang menolak untuk minum obat. 

2. Terapi Perilaku Dialektis (DBT)

Terapi perilaku dialektis atau Dialectical Behavioral Therapy (DBT) pada dasarnya sama seperti terapi CBT yang memiliki tujuan untuk mengubah perilaku. Namun, terapi DBT mengajarkan untuk Bunda menerima emosi negatif dibandingkan menghilangkannya.

Bunda juga diajarkan untuk menemukan keseimbangan yang sehat di antara keduanya. DBT dapat bekerja dengan bagi pada diri yang memiliki banyak penyakit mental dan berjuan untuk menghilangkan emosi negatifnya.

Selain itu, DBT juga mengajarkan untuk meningkatkan toleransi terhadap tekanan, mengatur emosi, dan berhati-hati saat menghadapi suatu peristiwa. 

3. Terapi Peningkatan Motivasi (MET)

Terapi peningkatan motivasi atau motivational enhancement therapy (MET) adalah terapi untuk membantu seseorang yang memiliki penyakit mental dan enggan untuk berubah, terapi ini untuk peningkatan motivasi.

MET sering kali digunakan untuk menginspirasi yang sedang berjuang untuk melawan gangguan mental dan mencari pengobatan. Tujuan terapi ini untuk membantu seseorang agar memandang hidupnya secara objektif dan bersikap nyata tentang bagaimana perilaku tersebut merusak diri sendiri.

Terapis akan memotivasi Bunda agar menginginkan perubahan, dikarenakan pada terapi ini terapis tidak akan memberi tahu kesalahan dan bagaimana cara mengubah diri pasien tersebut. 

4. Terapi Singkat Berfokus Solusi (SFBT)

Terapi Singkat Berfokus Solusi atau bisa disebut dengan solution focused brief therapy (SFBT). Terapi jenis ini banyak berhasil dikarenakan berhasil menemukan akar masalahnya.

Terapis dapat membantu mengidentifikasi apa yang terjadi di masa lalu yang menyebabkan penyakit mental. Dengan menggunakan terapi SFBT Bunda akan dibawa lebih dekat ke kesehatan mental yang positif.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi kekuatan atau keterampilan yang telah diperoleh guna membantu Bunda mengatasi hambatan.  SFBT hanya bekerja untuk mereka yang memiliki keterampilan tetapi mungkin tidak menyadari atau menerimanya.

5. Terapi Psikodinamik

Perawatan kesehatan mental terapi psikodinamik berakar pada psikoanalisis tradisional tetapi dengan pendekatan yang lebih modern. Terapis akan melihat pola perilaku sepanjang hidup Bunda serta menganalisis pola tersebut. 

6. Terapi Trauma

Pengalaman traumatis dapat menghambat perkembangan emosional. Misalnya, jika seseorang mulai menggunakan narkoba dan alkohol pada usia 15 tahun, pertumbuhan emosinya tetap pada usia tersebut hingga traumanya terproses. Dengan kata lain, tubuh terus menua, tetapi pikirannya tidak.

Dengan begitu, terapi trauma akan membantu Bunda untuk pulih. Terdapat banyak jenis terapi yang digunakan untuk mengobati trauma seperti yang paling menguntungkan adalah EMDR atau pemrosesan ulang desensitisasi gerakan mata, dan TRM atau model ketahanan trauma, dan model terapi pasca-induksi dan terapi perilaku kognitif yang berfokus pada trauma. 

7. Terapi Interpersonal

Kehidupan sehari-hari telah membentuk hubungan komunikasi, baik itu di rumah, di tempat kerja, di komunitas, bahkan online. Terapi interpresonal ini membantu Bunda untuk mengatasi hambatan dalam hubungan Bunda dengan meningkatkan keterampilan komunikasi, resolusi konflik, dan keterampilan mengatasi saat-saat sulit dan tidak terduga, seperti saat mengalami kehilangan. 

8. Terapi Kelompok

Terapi kelompok adalah bentuk psikoterapi yang memungkinkan sekelompok orang untuk berkumpul dengan satu atau lebih terapis. Terapi kelompok biasanya berfokus pada satu topik dan menyediakan tempat yang aman di mana orang dapat berkumpul, mengajukan pertanyaan, dan menerima bimbingan dari terapis. 

9. Psikoterapi Berbantuan Ketamin (KAP)

Psikoterapi berbantuan ketamin atau ketamine assisted psychotherapy (KAP) bermanfaat untuk Bunda yang sedang berjuang melawan depresi berat, terutama sebagai pengobatan pilihan terakhir ketika antidepresan dan terapi lain gagal. Biasanya, terapi ini akan berhasil dalam waktu yang singkat.

Perlu diingat, hanya psikiater yang dapat memberikan ketamin. Setelah Bunda diberikan obat, terapis bisa mulai bekerja jika pikiran Bunda sudah terbuka dan bersih dari ketamin.

Psikoterapi dan ketamin secara alami melatih otak Bunda untuk melepaskan lebih banyak beban dan akan mengalami peningkatan yang bahagia untuk waktu yang lebih lama. 

Mendiagnosa gangguan mental dan bagaimana cara mengatasinya hanya bisa dilakukan oleh ahlinya, dalam hal ini psikolog. Jika Bunda mengalami gejala, hindari berasumsi sendiri mengenai apa yang terjadi.

Carilah pertolongan dari sumber yang tepat agar tidak terjadi berlarut-larut dan permasalahannya bisa diatasi ya, Bunda. 

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

(fia/fia)



Sumber: https://www.haibunda.com/moms-life/20230118214339-76-295051/9-jenis-terapi-kesehatan-mental-dan-manfaatnya-disesuaikan-dengan-kebutuhan-bun